215 Maba Teknik Pertambangan Siap Ikuti Pesantren Kilat Dan Outbond

0

PEMINAT Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) dalam empat tahun terakhirnya ternyata cukup tinggi.

Pada tahun 2017, jumlah pendaftar FTI UMI mencapai 651 orang untuk program S1.

Namun, yang diterima hanya 515 orang karena terbatasnya kuota pada program studi S1 ditambah 100 orang pada program profesi insinyur

FTI UMI membina empat program studi dengan kuota mahasiswa baru berbeda-beda.

Program Studi Teknik Industri menerima mahasiswa baru dengan kouta 200 orang, Program Studi Teknik Kimia dengan kuota 100 orang, Program Studi Teknik Pertambangan dengan kuota 215 orang, dan Program Profesi Insinyur dengan kuota 100 orang.

Dari 515 mahasiswa baru program strata satu dari tiga program studi tersebut, sepuluh orang diantaranya menerima beasiswa binaan, beasiswa binaan adalah program zakat kampus dimana kesepuluh mahasiswa tersebut gratis kuliah di FTI-UMI sampai sarjana.

Mereka yang gratis kuliah tersebut terdiri dari penghafal alqur’an, mahasiswa kurang mampu dan mahasiswa dari desaan binaan UMI yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia timur, dan telah melalui berbagai tahapan seleksi baik seleksi administrasi, wawancara maupun verifikasi faktual

“Alhamdulillah, kepercayaan ummat dan masyarakat semakin meningkat untuk mempercayakan kepada kami mendidik putra-putri mereka pada jenjang perguruan tinggi. Ini adalah amanah berat yang kami pikul dalam rangka mencerdaskan anak bangsa khususnya dibidang keteknikan,” kata Dekan FTI UMI, Ir. H. Zakir Sabara HW.. ST., MT., IPM., ASEAN Eng saat pembukaan pesantren kilat gelombang pertama mahasiswa baru di Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin, Padang Lampe, Kabupaten Pangkajene Kepulauan.

Pesantrean gelombang pertama kali ini diikuti oleh mahasiswa baru fakultas teknologi industri dan 250 orang mahasiswa baru fakultas farmasi, yang akan berlangsung selama tiga hari, minggu – selasa, 6 – 8 Agustus 2017.

Sebenarnya tingginya peminat FTI UMI didukung oleh peningkatan mutu akademik, fasilitas, dan citra yang terbangun melalui pemberitaan media cetak, elektronik dan online dalam menyebarkan informasi positif kepada masyarakat luas.

Terlebih pula, FTI UMI menjadi satu-satunya fakultas atau perguruan tinggi swasta di Indonesia Timur penyelenggara program profesi insinyur.

“Apalagi mulai tahun ini, pemerintah telah memulai mencanangkan progran profesi insinyur bagi seluruh sarjana teknik. Dan patut disyukuri karena UMI adalah perguruan tinggi pertama yang melahirkan lulusan program profesi insinyir di Indonesia di mana program tersebut dipercayakan pengelolaannya pada Fakultas Teknologi Industri UMI Makassar,” kata Dekan FTI UMI.

Program profesi insinyur yang akan berjalan pada tahun ini adalah angkatan kedua. Angkatan pertama telah wisuda pada Mei 2017 lalu sebanyak 23 orang

Selain menjelaskan tingginya peminat FTI UMI, dekan juga memaparkan jika UMI menghapus sistim ospek atau orientasi pengenalan kampus yang sarat dengan tindak kekerasan.

Ospek diganti pesantren kilat agar mahasiswa UMI semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.

“Inilah ciri khas UMI dibanding perguruan tinggi lain,” ujar Dekan FTI UMI.

Pesantren kilat ini adalah pengembangan model pesantren kilat yang mulai di populerkan oleh UMI sejak tahun 1990 bersamaan pencangan kampus islami UMI. Disamping itu juga ada program pencerahan kalbu selam satu bulan penuh di pesantren.

Setelah pesantren kilat, FTI UMI akan melakukan penerimaan mahasiswa baru dengan kegiatan outbond dan workshop cara berpikir kreatif untuk menggali minat dan bakat mahasiswa baru.

“Karena dengan mengenal dari awal potensi mereka, memudahkan kami untuk menyalurkan dan membimbing sehingga mampu meraih prestasi di level nasional dan internasional,” kata Dekan FTI UMI.

Sebagai bukti, sejumlah mahasiswa FTI UMI menjadi juara kompetisi tingkat nasional dalam beberapa tahun terakhir.(*)

Share.